• SMA NEGERI 1 PECANGAAN
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

Hasil Kerja Keras Qarina, Maknai dengan Piala Lomba FLS3N 2026 Cabang Solo Vocal

SUARASMANCA – Tampak seorang gadis dengan piyama birunya tengah menikmati album milik Bernadya di dalam kamarnya. Perasaannya mengikuti setiap lirik lagu yang keluar dari speaker handphonenya. Segenap hatinya terlarut dalam suara milik Bernadya yang mengalun indah. Mendadak semua lagu yang berada di album yang ia putar keras-keras itu terasa seperti dirinya sendiri yang mengalaminya.

Suara yang bergema di kamar itu tak hanya milik Bernadya saja, namun juga milik gadis yang saat ini tengah menghapus air mata setelah mendalami lirik lagu yang ia putar. Semakin mendalami, maka semakin keras pula suara yang terdengar dari kamar milik gadis berpipi chubby itu. Mendengarkan music dan menyanyi terasa seperti ia memiliki teman yang dapat mendengarkan semua keluh kesahnya.

Mungkin hal ini juga sering dirasakan oleh banyak orang, terutama generasi Z. Tak terkecuali gadis bernama Qarina Hasnia (17) yang sangat suka mendengarkan lagu. Qarina banyak menghabiskan waktunya dengan mendengarkan musik. Apalagi lagu yang sedang ngetren di kalangan anak muda sepertinya hingga membawanya menjadi Juara Pertama Solo Vocal pada ajang perlombaan FLS3N Kab. Jepara 2026 yang diselenggarakan di SMAN 1 Jepara kemarin.

Penampilan Qarina

Qarina yang tengah menyanyikan lagu "Tak Segampang Itu" dihadapan para juri saat Lomba FLS3N Kab Jepara 2026. Foto: Lensa Smanca.

 

Menurutnya, dikarenakan musik juga, Qarina menjadi berani untuk tampil di hadapan banyak orang. Sejak SD, ia bercerita bahwa dirinya sering mendapatkan jobdesk untuk memegang mic. Bukan untuk hal lain, namun untuk unjuk bakat. Menunjukkan suara emasnya yang terasa seperti memiliki karakter yang hidup di setiap lagu yang ia bawakan.

Kegemarannya pada musik dan bernyanyi berlanjut hingga dirinya menjadi siswa SMA. Saat bersekolah di SMA Negeri 1 Pecangaan, Qarina menemukan ekstrakulikuler bernama Nada Tunggal yang menjadi tempat untuk mengembangkan bakat menyanyinya. Dimulai dari dirinya yang semasa MPLS iseng untuk mendaftar menjadi salah satu anggota Nada Tunggal.

Bermodal nekat, ia yang belum mengenal siapapun di ekstrakulikuler itu tetap mengikuti setiap latihan yang diadakan. Ia ingin mengetahui seberapa banyak keberaniannya untuk melakukan hal baru seperti ini sendirian. Benar kata orang, ‘tak kenal maka tak sayang’. Qarina mengalami hal itu sendiri.

“Ternyata berkenalan dengan orang baru tak semenakutkan itu, saya sangat bersyukur karna menyukai music hingga membawa saya bertemu dengan teman-teman Nada Tunggal yang sangat keren,” ujar Qarina dengan tatapan tulus berterimakasih.

Selain bertemu dengan teman-teman yang hebat, Qarina juga diberi kesempatan untuk mewakili SMA Negeri 1 Pecangaan di lomba FLS3N 2026 Kabupaten Jepara di cabang solo vocal putri. Hal ini semua berkat kesenangannya pada music dan tentu bakat menyanyinya yang telah diakui banyak guru dan temannya.

Qarina dipercayai oleh Mlyza Novaryandana (33) yang merupakan pembinanya di ekstrakulikuler Nada Tunggal serta pelatihnya yang bernama Rizki Dana (25) untuk menunjukkan suara emasnya dihadapannya banyak orang. Dengan membawakan lagu ‘Tak Segampang Itu’ milik Bernadya, ia sukses membawa pulang piala juara satu dan mewakili Jepara untuk lanjut ke jenjang provinsi.

Waktu yang diberikan untuk latihan hanya sebentar. Meski berlatih dengan pembimbing yang disiapkan oleh sekolah hanya tujuh kali di dua minggu terakhir sebelum prlombaan. Tak membuat Qarina bermalas-malasan untuk tidak berlatih.
Ia selalu latihan sepulang sekolah, sendiri maupun ditemani oleh pelatih. Kerja keras ini yang ahirnya membawanya menjadi juara.

Dirinya banyak mendapatkan pelajaran tentang teknik baru yang efektif saat bernyanyi dan latihan-latihan yang membuat suaranya menjadi jauh lebih baik. Kritik dan saran yang berikan oleh lingkungan sekitar juga sangat membantu Qarina dalam menyempurnakan persiapannya untuk mengikuti lomba FLS3N tahun ini.

Pada malam sebelum perlombaan, ia sempat dipenuhi dengan pemikiran-pemikiran yang membuatnya nerveuos. Meski sempat overthingking tentang hasil yang akan didapatkan, Qarina tetap berusaha untuk tidak mengecewakan semua orang yang telah percaya padanya.

Ia mencoba mengusir hal-hal buruk yang berkecamuk di kepalanya dengan cara mendengarkan lagu yang akan ia tampilkan. Qarina juga mencoba mendengarkan hasil rekamannya saat latihan dan membandingkannya dengan karya aslinya. Strategi yang cukup efektif bagi Qarina untuk mencari sela-sela yang mungkin harus diperbaiki agar besok tidak terjadi kesalahan.

Qarina tak akan membiarkan hal sepele seperti itu untuk mengusai dirinya. Ia yakin bahwa diam dan terus berpikiran negative tanpa latihan yang konsisten tidak akan membuahkan sesuatu. Ada satu prinsip yang sangat dipegang erat oleh Qarina saat mengikuti lomba FLS3N 2026 ini.

“Saya tidak akan minder dengan teman yang lebih bagus dari diri saya. Mereka lebih bagus mengartikan bahwa latihan mereka juga lebih keras dari saya, oleh karna prinsip yang saya pegang saat setuju mengikuti lomba ini adalah tak ada hal yang lebih baik tanpa diiringi latihan yang konsisten,” ujarnya.

Menjadi juara bukan hanya tentang bakat dan keberuntungan, namun juga tentang kerja keras dan waktu yang dicurahkan. Qarina percaya bahwa juara satu yang ia raih bukan sekedar karna keberuntungan yang ia miliki, tapi juga usaha dan waktu istirahat yang ia limpahkan.

Menurut Qarina, menyanyi bukan semerta-merta kita memiliki suara yang bagus unntuk didengar, tapi menyanyi adalah sesuatu yang kita rasakan dari lubuk hati terdalam dan emosi yang kuat untuk mendalami lagu yang kita nyanyikan. Suara yang merdu bukan hanya sesuatu yang enak didengar namun juga sesuatu yang membangkitkan karakter di setiap lagu yang ia nyanyikan.

Berlatih merupakan salah satu cara agar semua hal itu dapat dicapai. Menyanyi juga memliki Teknik-teknik yang perlu dipelajari agar suara yang dihasilkan dapat membawa para pendengar ikut larut dalam lagu yang dibawakan.

Qarina dan keberhasilannya di FLS3N 2026 adalah bukti bahwa kerja keras selalu membuahkan hasil yang manis walau tak instan. Menekuni sesuatu yang kita sukai dengan senang hati dan terus konsisten adalah saat dimana kita telah sungguh-sungguh mencintai hal tersebut. Seperti Qarina yang tak pernah menyerah terhadap music dan menyanyi.

 

Cantika Aulia Jasmine (Suarasmanca)

Tulisan Lainnya
Meisya dan Kamera yang Menyimpan Cerita di Ajang FLS3N Jepara 2026.

SUARASMANCA- Tetesan air hujan masih membasahi tanah tempat dimana bidadari kecil itu berpijak. Ia berhenti sejenak di bawah langit sore yang kelabu, bukan hanya sekedar melihat namun m

26/05/2026 22:35 - Oleh Administrator Web - Dilihat 3 kali